Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya

Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya - Dayak merupakan nama sebuah suku asli yang mendiami pulau Kalimantan, Indonesia. Suku Dayak sagat terkenal baik di Indonesia maupun di negara asing karena kebudayaannya yang tergolong unik dan masih jauh dari perkembangan modern. Suku Dayak tinggal dan hidup tersebar di Kalimantan hingga Malaysia. Suku Dayak sangat tertutup pada dunia luar, mereka hidup dan tinggal di pedalaman hutan. http://www.rumahperumahan.com/

Cara hidupnya yang berpindah-pindah sering kali menarik para peneliti budaya untuk mendalami lagi tentang kehidupan pada suku ini. Seperti juga suku lainnya yang ada di Indonesia, Suku Dayak juga memiliki rumah adat Tradisonal yang sangat khas suku Dayak. Penulis sendiri sangat tertarik pada Desain Bentuk Rumah Adat Dayak, maka berikut penulis sajikan dalam Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya.

Rumah Adat Dayak disebut Rumah Bentang, Desain Bentuk Rumah Adat Orang Dayak ini sama dengan namanya, Bentang, artinya membentang panjang. Bentuknya persegi panjang. Desainnya memiliki kesamaan dengan rumah adat di provinsi lain, yaitu mengadopsi desain bentuk dari rumah panggung.

Desain Bentuk Rumah Adat Dayak yang dibuat sebagai rumah Panggung adalah berdasarkan pertimbangan fungsi sebagai berikut :
1. Untuk menghindari banjir, karena pada umumnya Rumah Adat Suku Dayak ini berlokasi di pinggir suangai, sehingga sangat rentan terhadap resiko banjir.
2. Posisi Rumah yang lebih tinggi daripada tanah adalah hasil pertimbangan dari ancaman binatang buas yang sering berkeliaran di luar rumah.

Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya, Rumah Bentang
Desain Bentuk Rumah Bentang Suku Dayak
Ciri khas rumah adat Dayak adalah ukurannya yang panjang, ukuran yang panjang dari Rumah adat Suku Dayak ini ialah di desain agar dapat menampung 5 hingga 30 kepala keluarga. Rumah Adat Orang Dayak ini sengaja didesain untuk dapat menampung hingga 150 jiwa dalam satu rumah, dibawah atap yang sama. Kehidupan suku Dayak yang hidup dalam satu rumah ini adalah untuk mempererat tali kekeluargaan, dengan hidup satu rumah, maka mereka akan lebih mudah berkomunikasi, saling membantu dan saling menjaga sesama anggota keluarga.

Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya dari sudut pandang Arsitektur tradisional :
1. Desain Fasad Rumah Adat Dayak :
    a. Arah hulu rumah menghadap Timur dan Hilir menghadap Barat.
    b. Tinggi rumah sekitar 3 hingga 5 meter dari permukaan tanah.
Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya, Rumah Bentang, Kalimantan
Fasad Rumah Adat Dayak, Rumah Bentang
    c. Panjang rumah mulai dari 30 meter hingga 150 meter, lebar sekirar 30 meter.
    d. Dinding Rumah Adat Dayak terbuat dari kayu berarsitektur jengki dengan atap pelana.
    e. Terdapat satu tangga di depan pintu masuk yang dinamakan Hejot
    f. Rumah Adat Suku Dayak hanya memiliki satu pintu keluar masuk.
    g. Dinding dan tiangnya memiliki ukiran yang mengandung falsafah hidup suku dayak.

2. Desain Interior Rumah Adat Suku Dayak :
    a. Ruang Sado : merupakan ruangan pelataran, yaitu jalur lalu-lalang penghuni rumah atau tempat melakukan aktifitas seperti tempat musyawarah adat, tempat menganyam, tempat menumbuk padi dan sebagainya.
Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya, Rumah Bentang, Kalimantan
Interior Rumah Bentang Suku Dayak, Kalimantan
    b. Ruang Padong : merupakan ruang keluarga berdimensi sekitar 4 × 6 meter. Biasanya masing-masing kepala keluarga memiliki satu padong, jadi dalam rumah Adat Bentang memiliki beberapa ruang keluarga (Padong), sesuai dengan banyaknya jumlah kepala keluarga dalam rumah tersebut. Ruang Padong digunakan untuk berkumpul makan, minum, menerima tamu dan sebagainya.
   c. Ruang Bilik : merupakan ruangan untuk tidur. Bilik-bilik dalam rumah tidak disekat antara bilik suami istri, bilik anak laki-laki, maupun bilik anak perempuan, pembatasnya hanya berupa kelambu saja.
   d. Dapur : Ruang yang terakhir adalah dapur, dalam satu rumah hanya memiliki satu dapur yang diletakkan dibagian paling belakang.
   e. Bagian tengah rumah biasanya dihuni oleh tetua adat.
   f. Dihalamannya terdapat Totem atau patung pemujaan.
   g. Filosofi yang terkandung dari pengaturan ruang dalam Rumah Adat Dayak yang terdiri dari tiga bagian ialah menggambarkan dunia atau dimensi yangberbeda-beda. Adapun pembagian ruang tersebut, bagian Atap yang diyakini sebagai dunia para Dewa, lalu bagian lantai rumah mencerminkan dunia manusia dan yang terahir dalah bagian bawah rumah atau pada bagian kolong yang menggambarkan dunia kematian.

Sekian informasi mengenai Desain Bentuk Rumah Adat Dayak dan Penjelasannya, semoga menambah wawasan pembaca dan menumbuhkan cinta Budaya pada Tanah air Indonesia.

Informasi Properti Rumah dan Perumahan di Indonesia



Post a Comment