Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya – Enggano adalah nama sebuah pulau yang berada di provinsi Bengkulu. Pulau Enggano merupakan pulau terluar Indonesia yang terletak di laut samudra Hindia. Pulau Enggano didiami oleh lima suku asli, yaitu suku Kaitora, suku Kauno, Kaharuba, Kaahua, dan suku Kaharubi. http://www.rumahperumahan.com/

Pada awalnya di Pulau Enggano terdapat satu rumah adat yang merupakan rumah tradisional suku tersebut, salah satu rumah adat Indonesia tersebut digunakan sebagai tempat untuk melakukan pertemuan atau acara-acara tertentu, namun pemerintah pusat telah mengeluarkan sejumlah dana dan membangun empat rumah adat Enggano lainnya, sehingga di pulau tersebut kini terdapat lima buah rumah adat suku Enggano

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya, Arsitektur Tradisional

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya :

Rumah adat Bengkulu di Enggano bernama Yubuaho. Rumah adat orang Enggano ini memiliki bentuk segi delapan, bertingkat dua dan berbentuk rumah panggung. Lokasi pembangunan rumah adat Yubuaho ini biasanya di daerah pegunungan, pada jamannya, lokasi ini dipilih agar mudah melihat ke sekitar pulau dan melakukan pengintaian terhadap musuh. Ada pula rumah adat Enggano yang berbentuk lingkaran, bukan merupakan segi delapan. Rumah adat masyarakat Enggano yang berbentuk lingkaran tersebut, konon sangat mirip dengan desain bentuk rumah adat Tanah Punt di Mesir, sehingga banyak pihak yang mengkait-kaitkan antara budaya Enggano dan budaya tanah Punt (Mesir).

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya, Arsitektur Tradisional

Melihat desain bentuk rumah adat Enggano yang berbentuk segi delapan, saya jadi teringat dengan desain bentuk bangunan yang ada di Bima. Desain segi delapan tersebut agak mirip dengan desain bentuk gerbang dari Istana Bima yaitu Asi Mbojo. Kedua bangunan tersebut sama-sama berbentuk segi delapan, bertingkat dua, merupakan rumah panggung, atap perisai, dan terbuat dari bahan kayu, satu perbedaan yang terlihat antara rumah adat suku Enggano dan gerbang Istana Bima adalah, pada rumah adat asal Enggano, lantai duanya berdinding, sedangkan pada gerbang Istana Mbojo, lantai satu dan dua sama-sama tidak berdinding. Melihat adanya kemiripan desain ini, mungkinkah ada hubungan yang terkait antara budaya arsitektur Enggano dan tanah Bima ?

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya, Rumah Adat Penginapan
Rumah Adat Enggano
Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya, Rumah Adat Bima
Gerbang Istana Bima Asi Mbojo

Pemerintah pusat kini mulai memperhatikan pulau Enggano yang terletak di tengah samudra Hindia tersebut, pemerintah mempromosikan pulau Enggano sebagai tempat wisata, karena di pulau tersebut tersimpan banyak keindahan alam yang belum terjamah karena letaknya yang sangat terisolasi. Salah satu kontrubusi pemerintah dalam promosi wisata tersebut adalah dibangunnya lima rumah adat di Enggano yang difungsikan sebagai penginapan bagi para wisatawan-wisatawam yang berdatangan.

Desain Bentuk Rumah Adat Enggano dan Penjelasannya, Rumah Adat Indonesia

Desain bentuk rumah adat Enggano dan penjelasannya di atas merupakan ulasan pribadi saya setelah membaca beberapa referensi dari berbegai sumber. Terima kasih telah menyimak desain bentuk rumah adat Enggano dan penjelasannya di atas, dan sampai jumpa.

Informasi Properti Rumah dan Perumahan di Indonesia


Post a Comment