Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya

Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya – Desa Wologai adalah sebuah desa yang ada di kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Desa Wologai merupakan salah sat desa wisata yang sejak dulu telah menarik banyak wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan lokal dengan menawarkan suatu pemandangan alam yang amat sangat tradisional dengan mempertahankan budaya, serta seni arsitektur leluhurnya. http://www.rumahperumahan.com/

Bagian yang paling menonjol dari desa Wologai tentu saja terlihat pada rumah – rumah adat yang merupakan rumah tinggal bagi warga Wologai tersebut. Dan pada kesempatan ini ijinkan saya berbagi sedikit informasi mengenai arsitektur dan konsep Desain Rumah Adat Wologai dan penjelasannya.

Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya, Rumah Adat Ende, NTT

Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya

Rumah adat orang Wologai dikenal dengan nama rumah adat Dize Wogo. Rumah adat Dize Wogo ini memiliki desain bentuk yang masih terjaga sama seperti desain bentuk rumah yang ditinggali oleh para leluhur terdahulu. Adapun desain bentuk rumah adat Wologai dan penjelasannya adalah sebagai berikut :

Rumah Adat suku di Wologai (suku Lio) memiliki desain bentuk yang sederhana, berbentuk panggung dan beratap dedaunan kering atau rumput liar.


Desain bentuk rumah adat asal Wologai ini telah ada sejak sekitar 500 tahun yang lalu dan masih terjaga keasliannya hingga sekarang. Rumah adat dari Nusa Tenggara Timur ini dibangun diatas lima buah tiang kayu yang diletakkan di atas batu-batu datar (sebagai pengganti pondasi) yang disusun sedemikian rupa sehingga berdiri kokoh dan menjadi bangunan tahan gempa. Rumah adat masyarakat Wologai ini selalu memiliki dua balai-balai pada bagian depan rumah mereka, yaitu berfungsi sebagai tempat menerima tamu.

Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya, Rumah Adat Nusa Tenggara Timur

Rumah adat asal Nusa Tenggara Timur, tepatnya di kabupaten Ende, desa Wologai ini dapat dibagi secara vertikal berdasarkan fungsinya, yaitu, bagian kolong rumah (Lewu), digunakan untuk memelihara ternak, ruang tengah merupakan tempat tinggal dan menjalankan aktifitas dalam rumahnya sehari-hari. Loteng difungsikan sebagai tempat menyimpan alat-alat dan benda sakral yang digunakan pada saat upacara adat.
Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya, Rumah Adat NTT

Filosofi yang terkandung dalam Rumah Adat Wologai, Ende, NTT :

Bentuk atap rumah adat yang tinggi memiliki filosofi yang berhubungan dengan kewibawaan para Mosalaki (ketua adat) yang didalam struktur adat dianggap dan dipandang lebih tinggi dari masyarakat adat biasa (faiwalu anakalo). Sementara jumlah tiang penyangga pada rumah adat orang Wologai ini mengandung filosofi yang berhubungan dengan bentuk dari seorang manusia, dipercaya bahwa kerangka rumah menunjukan badan manusia yang memiliki posisi untuk mempertahankan tanah. Jumlah tiangnya lima, menandakan bahwa pada dasarnya manusia berjalan bongkok, kakinya dua, tangan dua dibantu tongkat, ciri manusia dulu dalam mempimpin perang merebut kembali tanahnya. Jadi, dengan kata lain rumah adat Wologai ini mencerminkan seorang manusi yang berdiri teguh dalam mempertahankan tanah juangnya.

Desain Bentuk Rumah Adat Wologai dan Penjelasannya, Rumah Adat Nusantara

Desa Wologai, tepatnya Wologai Tengah merupakan sebuah desa Adat yang didalamnya didiami oleh masyarakat dari suku Lio, yang hingga kini banyak terdapat di kaupaten Ende dan kabupaten Sikka. Masyarakat desa Wologai ini sangat teguh memegang budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan oleh Nenek Moyang mereka hingga saat ini, termasuk budaya dalam mendesain dan membangun rumah tinggal mereka. Karena kekentalan adat istiadat dan budaya yang tidak tertelan oleh perkembangan jaman inilah yang menjadikan desa Wologai menjadi desa yang unik, dan bernilai wisata.

Informasi Properti Rumah dan Perumahan di Indonesia


Post a Comment